Negara Super Kaya Didunia

10 negara dengan PNB tertinggi per kapita, berdasar data terbaru Bank Dunia, seperti dikutip dari laman Daily Finance:

1. Luxemburg PNB per kapita: $58,810
Tingkat buta huruf: 1%
Tingkat pengangguran: 4,8%
Anggaran belanja pendidikan per PDB: 3,7%

Merupakan daratan kecil yang berbatasan dengan Prancis, Jerman, dan Belgia. Diapit sejumlah negara besar, negara ini tumbuh menjadi salah satu pusat bisnis utama di Benua Eropa. Dalam tiga tahun ke depan, negara ini berencana menyediakan layanan bandwidth dengan kapasitas supertinggi untuk mendorong pengembangan ekonomi digital yang canggih.

2. NorwegiaPNB per kapita: $55,190
Tingkat buta huruf: 0%
Tingkat pengangguran: 1,7%
Anggaran belanja pendidikan per PDB: 6,7%

Merupakan negara superkaya yang mendapat keuntungan besar dari ekspor minyak bumi pada 1970-an. Pendapatan utama negara ini berasal dari sektor minyak dan gas, juga teknologi dan komunikasi. Saking kayanya, negara ini mampu mendanai berbagai program sosial dan pendidikan tanpa membebani pajak. Tak heran jika tak ada warga buta huruf di sana. 

3. Kuwait PNB per kapita: $53,390
Tingkat buta huruf: 6%
Tingkat pengangguran: 1,3%
Anggaran belanja pendidikan per PDB: 3,8%

Negara kecil di Timur Tengah ini memiliki 9 persen dari cadangan minyak dunia. Tidak seperti negara penghasil minyak di sekitarnya, negara ini cukup stabil secara politik. Dibanding dengan negara Teluk lainnya, tingkat pendidikan di Kuwait cukup baik. Daya serap tenaga kerja mencapai lebih 98 persen, baik di bidang perminyakan atau ekspor semen dan bata.

4. Macau PNB per kapita: $52,410
Tingkat buta huruf: 7%
Tingkat pengangguran: 3%
Anggaran belanja pendidikan per PDB: 2,2%

Daerah administrasi khusus di daratan China ini mendapat banyak pemasukan dari ekspor tekstil dan aneka produk manufaktur. Negara ini juga sangat terkenal sebagai salah satu destinasi perjudian dunia yang cukup masyur. Bahkan pada 2006, pendapatan dari sektor judi melebihi Las Vegas. Mayoritas warga memanfaatkannya sebagai ladang bisnis dengan membuka kasino, hotel, dan pembangunan resor untuk menarik wisatawan mancanegara.

5. Brunei PNB per kapita: $50,920
Tingkat buta huruf: 5%
Tingkat pengangguran: 3,7%
Anggaran belanja pendidikan per PDB: 3,7%

Seperti Norwegia dan Kuwait, sumber utama pendapatan pemerintah adalah dari industri minyak. Sebanyak 60 persen warganya bergantung hidup di sektor itu. Kemapanan finansial membuat pemerintah sanggup memberikan pendidikan gratis hingga perguruan tinggi. Sekadar catatan, Sultan Brunei bahkan pernah menjadi orang terkaya di dunia. Namun belakangan, ada kekhawatiran, menipisnya cadangan minyak mentah akan menjatuhkan standar hidup negara itu. 



6. Singapura PNB per kapita: $50,780
Tingkat buta huruf: 5%
Tingkat pengangguran: 3,95%
Anggaran belanja pendidikan per PDB: 2,2%

Singapura mempromosikan diri sebagai pelabuhan yang ramah bagi perdagangan internasional. Pemerintah setempat sangat ketat mengontrol perekonomian rakyat melalui kemajuan bidang industri elektronik dan farmasi. Selain mengedepankan kesejahteraan umum dan jasa publik, pemerintah sangat peduli terhadap tingkat pendidikan masyarakatnya.

7. Amerika Serikat PNB per kapita: $46,760
Tingkat buta huruf: 1%
Tingkat pengangguran: 9,6%
Anggaran belanja pendidikan per PDB: 5,6%

Jumlah penduduk dan kondisi geografis membuat negara adidaya ini tak muncul sebagai negara paling kaya di dunia. Bahkan angka pengangguran dua kali Luxemburg. Negara ini mengedepankan perekonomi kapitalis yang tak terlalu memprioritaskan program sosial. Namun, negara ini tak ragu menghabiskan anggaran besar untuk pendidikan. Meski tergolong maju, kesenjangan sosial-ekonomi di negara ini cukup kentara.

8. Hong Kong PNB per kapita: $44,090
Tingkat buta huruf: 3,4%
Tingkat pengangguran: 3,6%
Anggaran belanja pendidikan per PDB: 3,3%

Ekonomi negara ini sangat bergantung pada re-ekspor sejumlah produk. Hong Kong mendapat keuntungan dari transisi ekonomi eksportir industri ke pusat perbankan internasional. Pemerintah Hong Kong pro perdagangan bebas. Negara ini memprioritaskan anggarannya untuk kesejahteraan publik dan pendidikan warganya.

9. SwissPNB per kapita: $43,440
Tingkat buta huruf: 1%
Tingkat pengangguran: 4%
Anggaran belanja pendidikan per PDB: 5,3%

Masyarakat Swiss mendapat keuntungan dari kebijakan pemerintah yang sangat ramah bisnis. Ini membuat Swiss menjadi pusat investasi dan perbankan internasional. Kebijakan pajak yang sangat ringan juga membuat Swiss tumbuh bak surga bagi para pengusaha kaya dunia untuk menghamburkan uangnya. Sektor jasa makmur telah berkembang untuk memenuhi tuntutan kelompok tersebut. Negara ini juga mendapat keuntungan besar dari ekspor mesin industri dan bahan kimia.

10. BelandaPNB per kapita: $40,940
Tingkat buta huruf: 1%
Tingkat pengangguran: 3%
Anggaran belanja pendidikan per PDB: 5,5%

Pemerintah Belanda memainkan peran aktif dalam mempertahankan standar hidup tinggi bagi warganya. Belanda adalah model kebijakan ekonomi sosial liberal dan laissez-faire. Belanda memiliki ekonomi pasar bebas, yang didukung kekuatan pasar penyulingan minyak bumi dan industri mesin listrik. Kebijakan sosial liberal juga mendatangkan keuntungan melalui sektor obat-obatan terlarang dan wisata seks.



Sumber : VIVAnews.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perang Dunia II

Perang Dunia II

*Latar Belakang PD II:

 - Benito Mussolini di Italia mempelopori gerakan fasvio de combatimento, 
   dengan cita-cita membentuk Italia Raya 
 - Adolf Hitler, Jerman. Membentuk NAZI 
 - Tenno Meiji, Jepang. Fasis Militer. 
 
*Jalannya perang:

 - 1937, Italia menduduki Abessynia dan Jerman menyerang Polandia, 1 Sept 1939. 
 - Desember 1941, Jepang membom Pearl Harbour. 
 - Prc, UK membantu Polandia menghadapi Jerman. 
 - AS terlibat menghadapi aliansi Jerman, Italia, Jepang, setelah Pearl Harbour di bom 

*Akhir Perang:
 
 - Sekutu mendaratkan pasukan di PAntai Normandia, 6 Juni 1944 
 - Jerman menyerah pada Sekutu, Mei 1955 
 - Tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 Hiroshima dan Nagasaki di bom atom oleh AS. 
 - 14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu 
 
*Tanggal 17 Juli-2 Agustus 1945-->Konfrensi Postdam, utk mengakhiri perang:

Isi:

 1. Jerman dibagi jadi Jerman Barat dan Jerman Timur 
 2. Jerman harus membayar pampasan perang 
  3. Angkatan perang Jerman dikurangi 
 4. Partai NAZI dihapus 
 5. Penjahat perang akan dihukum 
 
* 8 September 1951-->Perjanjian San Francisco

Isi:

 1. Jepang diperintah oleh tentara pendudukan AS 
 2. Jepang membayar pampasan perang 
 3. Daerah yang dikuasai Jepang dikembalikan ke pemiliknya 
 4. Penjahat perang akan dihukum 
 
Sumber : http://l32central.tripod.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perang Dunia I

Perang Dunia I

*Latar Belakang terjadinya Perang Dunia I :

 - Adanya persaingan daerah pemasaran dan sumber bahan baku 
        - muncul persekutuan antarnegara-negara di Eropa: 
  1. Tripple Entente[Perancis, Inggris, Russia] 
  2. Tripple Alliance[Jerman, Italia, Turki] 
 - Terbunuhnya Pangeran Franz Ferdinand oleh seorang nasionalis Serbia 

* Dalam PD I, Jerman mengalami kekalahan dan harus menandatangani perjanjian Versailes,  
 
28 Juni 1919. 
  Akibat: dipersempitnya wilayah pihak Sentral [Jerman, Austria, Hongaria, Turki, Bulgaria]

*Tokoh-tokoh yang berperan penting dalam PD I

Tokoh yang menandatangani perjanjian Versailes: 
 - Woodrow Wilson [AS]-->mengajukan 14 pasal perdamaian [Wilson's Fourteen Points] 
 - Clemencau [Prc] 
 - Loyd George [UK] 
 
* Akibat perang:

 - Lahir negara-negara baru 
 - muncul faham diktatorisme, fasisme, komunisme. 
 - dibentuk LBB(sekarang PBB atau United Nation) 
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Gerund

Gerund
                                Gerund adalah bentuk ing dari kata kerja yang berfungsi sebagai kata benda. Meskipun berfungsi sebagai kata benda, gerund tidak kehilangan sifat dari kata kerjanya.
Maka working tetap berarti “bekerja” (bukan pekerjaan).
Didalam kalimat, gerund dapat berfungsi :
1.                            Sebagai subject :
                                Contoh :               Reading is my hobby.
                                                                                Doing sport can make your body healthy.
2.                            Sebagai Predicate complement :
                Gerund dapat dipakai untuk melengkapi predikat yang berasal dari kata kerja be (is/are)
                                Contoh :               My hobby is writing a letter.
3.                            Sebagai noun modifier :
                                Sebagai keteranga pada kata benda, gerund ditempatkan didepan kata bendanya.
                                Contoh :               dining room, swimming pool, writing book, Dan lain-lain.
4.                            Sebagai Object :
                                Ada dua macam object, yaitu :
                                a.             Object dari kata depan :
                                                                Contoh :               He left the house without saying anything.
                                                                                                I am sorry for coming late.
                                b.            Object dari kata kerja :
                                                                Ada sejumlah kata kerja yang diikuti bentuk gerund bila diikuti kata kerja yang lain. Kata kerja tersebut antara lain adalah :
Appreciate         -               Menghargai
Admit                   -               Mengakui
Anticipate           -               Mengharapkan
Excuse                  -               Maaf
Forgive                 -               Maaf
Pardon                 -               Maaf
Finish                    -               Selesai
Enjoy                    -               Suka
Deny                     -               Menyangkal
Prevent               -               Mencegah
Avoid                    -               Menghindari
Dislike                   -               Tak Suka
Fancy                    -               Membayangkan
Risk                        -               Berisiko
Understand       -               Mengerti
Postpone            -               Menunda
Defer                    -               Menunda
Resent                 -               Marah
Consider              -               Pertimbangkan
Detest                  -               Tak suka
Resist                    -               Menolak
Mind                     -               Berkeberatan
Imagine               -               Membayangkan
Dread                   -               Takut
Keep                     -               Terus
Cancel                  -               Membatalkan
Delay                    -               Menunda
Contoh :                             
I enjoy eating noodles.
He admitted stealing the money.
Don’t delay doing your work.

Perhatikan :
·      Kata benda atau kata ganti yang berada didepan gerund sebaiknya menggunakan bentuk empunya.
Contoh :
I don’t mind your coming to my house.
She dislikes the boy’s borrowing her notebook.
·      Gerund dapat berbentuk :
-          Passive : being + III
Contoh : He dislikes being advised.
-          Perfect : having + III (active) dan having been + III (passive)
Contoh : He denied having stolen the money.
                 The officials admitted having been bribed.
·      Kata kerja : avoid dan prevent dapat diikuti gerund dengan bentuk sebagai berikut :
I could not prevent their coming to my house.
                                                          Them from coming to my house.
                                                          Them coming to my house (hanya boleh dalam bahasa percakapan)
·      Kata kerja excuse, forgive, pardon dapat diikuti gerund sebagai berikut :
Excuse           My coming late
                         My for coming late
                         Me coming (hanya dalam bahasa percakapan)
·      Ada sejumlah ungkapan yang diikuti bentuk gerund bila diikuti oleh kata kerja.
Contoh :        He is used to getting up late
                         It’s no use going there
                         He has given up smoking

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Gerund

Gerund
                                Gerund adalah bentuk ing dari kata kerja yang berfungsi sebagai kata benda. Meskipun berfungsi sebagai kata benda, gerund tidak kehilangan sifat dari kata kerjanya.
Maka working tetap berarti “bekerja” (bukan pekerjaan).
Didalam kalimat, gerund dapat berfungsi :
1.                            Sebagai subject :
                                Contoh :               Reading is my hobby.
                                                                                Doing sport can make your body healthy.
2.                            Sebagai Predicate complement :
                Gerund dapat dipakai untuk melengkapi predikat yang berasal dari kata kerja be (is/are)
                                Contoh :               My hobby is writing a letter.
3.                            Sebagai noun modifier :
                                Sebagai keteranga pada kata benda, gerund ditempatkan didepan kata bendanya.
                                Contoh :               dining room, swimming pool, writing book, Dan lain-lain.
4.                            Sebagai Object :
                                Ada dua macam object, yaitu :
                                a.             Object dari kata depan :
                                                                Contoh :               He left the house without saying anything.
                                                                                                I am sorry for coming late.
                                b.            Object dari kata kerja :
                                                                Ada sejumlah kata kerja yang diikuti bentuk gerund bila diikuti kata kerja yang lain. Kata kerja tersebut antara lain adalah :
Appreciate         -               Menghargai
Admit                   -               Mengakui
Anticipate           -               Mengharapkan
Excuse                  -               Maaf
Forgive                 -               Maaf
Pardon                 -               Maaf
Finish                    -               Selesai
Enjoy                    -               Suka
Deny                     -               Menyangkal
Prevent               -               Mencegah
Avoid                    -               Menghindari
Dislike                   -               Tak Suka
Fancy                    -               Membayangkan
Risk                        -               Berisiko
Understand       -               Mengerti
Postpone            -               Menunda
Defer                    -               Menunda
Resent                 -               Marah
Consider              -               Pertimbangkan
Detest                  -               Tak suka
Resist                    -               Menolak
Mind                     -               Berkeberatan
Imagine               -               Membayangkan
Dread                   -               Takut
Keep                     -               Terus
Cancel                  -               Membatalkan
Delay                    -               Menunda
Contoh :                             
I enjoy eating noodles.
He admitted stealing the money.
Don’t delay doing your work.

Perhatikan :
·      Kata benda atau kata ganti yang berada didepan gerund sebaiknya menggunakan bentuk empunya.
Contoh :
I don’t mind your coming to my house.
She dislikes the boy’s borrowing her notebook.
·      Gerund dapat berbentuk :
-          Passive : being + III
Contoh : He dislikes being advised.
-          Perfect : having + III (active) dan having been + III (passive)
Contoh : He denied having stolen the money.
                 The officials admitted having been bribed.
·      Kata kerja : avoid dan prevent dapat diikuti gerund dengan bentuk sebagai berikut :
I could not prevent their coming to my house.
                                                          Them from coming to my house.
                                                          Them coming to my house (hanya boleh dalam bahasa percakapan)
·      Kata kerja excuse, forgive, pardon dapat diikuti gerund sebagai berikut :
Excuse           My coming late
                         My for coming late
                         Me coming (hanya dalam bahasa percakapan)
·      Ada sejumlah ungkapan yang diikuti bentuk gerund bila diikuti oleh kata kerja.
Contoh :        He is used to getting up late
                         It’s no use going there
                         He has given up smoking

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Present Perfect Tense

Present Perfect Tense
Present Perfect Tense adalah bentuk waktu yang digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan, tindakan atau kegiatan yang terjadi pada waktu yang tidak tertentu (indefinite time) dimasa lampau (Past Tense). Dan pada saat berbicara perbuatan atau kegiatan tersebut telah selesai dilakukan.
                a.            Kalimat verbal
                                1.            Pola kalimat verbal positif yang digunakan adalah :
                                                Untuk subyek I, We, You, They.
Subyek + have + Past Participle (V3)
                                               
                                                Untuk subyek He, She, It.
Subyek + Has + Past Participle (V3)
                                               
                                               
                                                Keterangan :
                Past Participle atau kata kerja bentuk ketiga (V3), dapat anda lihat bentuknya didalam pelajaran regular and irregular verb.
Bentuk have atau has yang berpasangan dengan subyek dapat disingkat menjadi :
I have                                                    I’ve
We have                                              We’ve
They have                                            They’ve
You have                                             You’ve
She has                                                She’s
He has                                                  He’s
It has                                                     It’s
Contoh :
·         She has taught this class for ten years.
= Dia telah mengajar kelas ini selama sepuluh tahun.
·         We have written letter to you.
= Kami telah menulis surat kepadamu.

2.             Pola kalimat verbal negatif yang digunakan adalah :
                 Untuk subyek I, We, They, You.
                
                
Subyek + have + not + Past Participle (V3)
                 Untuk subyek He, She, It.
                
Subyek + has + not + Past Participle (V3)

                                                Contoh :
·         She has not (hasn’t) taught this class for ten years.
= Dia belum mengajar kelas ini selama sepuluh tahun.
·         We have not (haven’t) written letter to you.
= Kami belum menulis surat kepadamu.
3.             Pola kalimat verbal tanya yang digunakan adalah :
                 Untuk subyek I, You, They, We.
                
Have + subyek + Past Participle (V3) ?
                
                 Untuk subyek He, She, It.
Has + subyek + Past Participle (V3) ?

                                                Contoh :
·         Has she taught this class for ten years?
= Apakah dia telah mengajar kelas ini selama sepuluh tahun?
·         Have we have written letter to you?
= Apakah kami telah menulis surat kepadamu?

Jawaban untuk kalimat verbal tanya diatas dapat digunakan Yes, ... dan No, ...
Contoh :
·         Has she taught this class for ten years?
= Apakah dia telah mengajar kelas ini selama sepuluh tahun?
Jawaban :
Yes, she has =  dia telah mengajar kelas ini selama sepuluh tahun?
Jawaban :
Yes, she has     = Ya
No, she hasn’t = Tidak
·         Have we have written letter to you?
= Apakah kami telah menulis surat kepadamu?
Jawaban :
Ye, we have        = Ya
No, we haven’t  = Tidak.
Apabila dalam kalimat verbal tanya digunakan kata tanya (question word), maka pola kalimat yang digunakan adalah :
1.       Apabila kata tanya yang digunakan tidak menanyakan subyek kalimat, maka pola kalimat tanyanya :
Untuk subyek I, We, You, They.
Question Word + Have + Subyek + Past Participle (V3)

                                                                                 
                                                                 Untuk subyek He, She , It.
Question Word + Have + Subyek + Past Participle (V3)


                                                                   Contoh :
·                  Where has the dog slept?
              = Dimanakah anjing itu telah tidur?
·                  How much he drink milk?
              = Berapa banyak di telah minum susu?
2.         Apabila kata tanya yang digunakan menanyakan subyek, maka pola kalimat tanyanya :
Question Word + Has + Past Participle (V3) ?


            Catatan :                     
            Karena subyek yang dinyatakan tidak diketahui apakah berbentuk jamak (Plural) atau tunggal (singular), maka kata kerja bantu yang digunakan adalah has dengan anggapan subyeknya berbentuk tunggal.
            Contoh :
·                  Who has helped you?
              = Siapa yang telah menolongmu?
              Jawaban :
              She has helped me.
              = Dia telah menolong saya.
·                  Who has swept the floor?
              = Siapa yang telah menyapu lantai ini?
              Jawaban :
              They have swept the floor.
              = Mereka telah menyapu lantai ini.
Meskipun pada bentuk pertanyaannya subyek dianggap berbentuk tunggal (singular), tetapi apabila subyek dalam jawaban banyak lebih dari satu (plural), maka tetap digunakan have sesuai dengan subyek yang ada dalam kalimat jawabannya.

b. Kalimat Nominal
1.             Pola kalimat Nominal positif yang digunakan adalah :
                                Untuk subyek I, You, They, We.

Subyek + Have + Been + Non Verb

Untuk Subyek He, She, It
Subyek + Has + Been + Non Verb

Catatan :
Non verb (bukan Kata kerja) dapat berupa kata benda, kata sifat atau kata keterangan.
Contoh :
·               We have been in Surabaya for eight years.
= Kami telah berada di Surabaya selama delapan tahun.
·               She has been here since yesterday
= Dia sudah ada disini sejak kemarin.

2.            Pola kalimat nominal negatif yang digunakan adalah :
                Untuk subyek I, You, They, We.
Subyek + Have + not + been + Non Verb



                Untuk subyek He, She, It.
Subyek + Has + not + been+ Non Verb


                                   Contoh :
·           We have not been in Surabaya for eight years?
= Apakah kami telah berada di Surabaya selama delapan tahun?
·           She has not been here sinceyesterday?
= Dia belum ada disini sejak kemarin.

3.               Pola kalimat nominal tanya yang digunakan adalah :
                   Untuk subyek I, You, They, We.
Have + Subyek + Been + Non Verb ?


                                   Untuk subyek He, She, It.
Has + Subyek + Been + Non Verb ? 
                                  
Contoh :
·                 Have we been in Surabaya for eight years?
             = Apakah kami telah berada disurabaya selama delapan tahun?
·                Has She been here since yesterday?
= Apakah dia sudah ada disini sejak kemarin?

Apakah dalam kalimat nominal tanya digunakan kata tanya (question word) maka pola kalimat yang digunakan adalah :
1.         Apabila kata tanya yang digunakan tidak menanyakan subyek, maka pola kalimat tanyanya :
             Untuk subyek I, You, They, We.

Question word + have + subyek + been + Non Verb ?
                                  
                                   Untuk subyek He, She, It.
Question Word + has + subyek + been + Non Verb ?
                                                                                                   
                                   Contoh :
·                How has he been?
= Bagaimana keadaan dia?
·                Where have they been?
= Dimanakah dia berada?

2.         Apabila kata tanya yang digunakan menanyakan subyek kalimatnya, maka pola kalimat yang digunakan :
Question Word + has + been + Non Verb ?


                                   Catatan :
             Kata kerja bantu has digunakan dengan anggapan bahwa subyek yang ditanyakan berbentuk tunggal.
Contoh :
·         Who has been in your house since yesterday?
= Siapa yang telah berada dirumahmu sejak kemarin?

Pada umumnya kalimat dengan bentuk waktu present perfect tense digunakan untuk :
a.      Menyatakan suatu kegiatan, tindakan yang baru saja terjadi sehingga hasilnya atau akibat dari tindakan tersebut masih dapat dilihat hingga saat dibicarakan.
Contoh :
·         She has written a letter.
= Dia telah menulis sepucuk surat.
·         I have opened the door.
= Saya telah membuka pintu itu.

b.      Menyatakan suatu perbuatan atau peristiwa yang telah selesai pada saat yang tidak tertentu di waktu lampau, tetapi waktu terjadi peristiwa tersebut tidak dipentingkan. Yang paling penting adalah hasil dari perbuatannya sekarang.
          Contoh :
·         She has locked the door, and now we can’t open it.
= Dia telah menutup pintu itu, dan sekarang kita tidak dapat membuka pintu itu

c.      Menyatakan suatu perbuatan atau peristiwa yang telah terjadi, tetapi waktu terjadinya peristiwa atau perbuatan tersebut belum habis.
          Contoh :
·         I have written two letters this week.
= Saya telah menulis dua pucuk surat minggu ini.

Pada saat bicara waktunya atau harinya masih termasuk dalam minggu yang telah dimaksudkan, jadi belum selesai.
d.      Menyatakan suatu perbuatan ulangan pada waktu yang tidak tertentu sebelum sekarang. Pada umumnya bentuk kalimat ini sering diikuti oleh before, already, ever, never, yet.
           Contoh :
·         I have heard this before.
= Saya telah mendengar ini sebelumnya.
·           I have never been here.
= Saya belum pernah kesini.
e.      Menyatakan suatu kegiatan, tindakan atau peristiwa yang sudah terjadi di waktu lampau dan masih terjadi pada saat sekarang dan akan datang.
          Contoh :
·         I have been here since yesterday
= Saya telah berada disini sejak kemarin.
f.       Menunjukkan perbuatan yang selesai dalam waktu singkat. Pada umumnya sering digunakan kata-kata at last, finally, just.
          Contoh :
·         I have just meet him.
= Saya baru saja bertemu dia.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Ada kesalahan di dalam gadget ini