Present Perfect Tense

Present Perfect Tense
Present Perfect Tense adalah bentuk waktu yang digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan, tindakan atau kegiatan yang terjadi pada waktu yang tidak tertentu (indefinite time) dimasa lampau (Past Tense). Dan pada saat berbicara perbuatan atau kegiatan tersebut telah selesai dilakukan.
                a.            Kalimat verbal
                                1.            Pola kalimat verbal positif yang digunakan adalah :
                                                Untuk subyek I, We, You, They.
Subyek + have + Past Participle (V3)
                                               
                                                Untuk subyek He, She, It.
Subyek + Has + Past Participle (V3)
                                               
                                               
                                                Keterangan :
                Past Participle atau kata kerja bentuk ketiga (V3), dapat anda lihat bentuknya didalam pelajaran regular and irregular verb.
Bentuk have atau has yang berpasangan dengan subyek dapat disingkat menjadi :
I have                                                    I’ve
We have                                              We’ve
They have                                            They’ve
You have                                             You’ve
She has                                                She’s
He has                                                  He’s
It has                                                     It’s
Contoh :
·         She has taught this class for ten years.
= Dia telah mengajar kelas ini selama sepuluh tahun.
·         We have written letter to you.
= Kami telah menulis surat kepadamu.

2.             Pola kalimat verbal negatif yang digunakan adalah :
                 Untuk subyek I, We, They, You.
                
                
Subyek + have + not + Past Participle (V3)
                 Untuk subyek He, She, It.
                
Subyek + has + not + Past Participle (V3)

                                                Contoh :
·         She has not (hasn’t) taught this class for ten years.
= Dia belum mengajar kelas ini selama sepuluh tahun.
·         We have not (haven’t) written letter to you.
= Kami belum menulis surat kepadamu.
3.             Pola kalimat verbal tanya yang digunakan adalah :
                 Untuk subyek I, You, They, We.
                
Have + subyek + Past Participle (V3) ?
                
                 Untuk subyek He, She, It.
Has + subyek + Past Participle (V3) ?

                                                Contoh :
·         Has she taught this class for ten years?
= Apakah dia telah mengajar kelas ini selama sepuluh tahun?
·         Have we have written letter to you?
= Apakah kami telah menulis surat kepadamu?

Jawaban untuk kalimat verbal tanya diatas dapat digunakan Yes, ... dan No, ...
Contoh :
·         Has she taught this class for ten years?
= Apakah dia telah mengajar kelas ini selama sepuluh tahun?
Jawaban :
Yes, she has =  dia telah mengajar kelas ini selama sepuluh tahun?
Jawaban :
Yes, she has     = Ya
No, she hasn’t = Tidak
·         Have we have written letter to you?
= Apakah kami telah menulis surat kepadamu?
Jawaban :
Ye, we have        = Ya
No, we haven’t  = Tidak.
Apabila dalam kalimat verbal tanya digunakan kata tanya (question word), maka pola kalimat yang digunakan adalah :
1.       Apabila kata tanya yang digunakan tidak menanyakan subyek kalimat, maka pola kalimat tanyanya :
Untuk subyek I, We, You, They.
Question Word + Have + Subyek + Past Participle (V3)

                                                                                 
                                                                 Untuk subyek He, She , It.
Question Word + Have + Subyek + Past Participle (V3)


                                                                   Contoh :
·                  Where has the dog slept?
              = Dimanakah anjing itu telah tidur?
·                  How much he drink milk?
              = Berapa banyak di telah minum susu?
2.         Apabila kata tanya yang digunakan menanyakan subyek, maka pola kalimat tanyanya :
Question Word + Has + Past Participle (V3) ?


            Catatan :                     
            Karena subyek yang dinyatakan tidak diketahui apakah berbentuk jamak (Plural) atau tunggal (singular), maka kata kerja bantu yang digunakan adalah has dengan anggapan subyeknya berbentuk tunggal.
            Contoh :
·                  Who has helped you?
              = Siapa yang telah menolongmu?
              Jawaban :
              She has helped me.
              = Dia telah menolong saya.
·                  Who has swept the floor?
              = Siapa yang telah menyapu lantai ini?
              Jawaban :
              They have swept the floor.
              = Mereka telah menyapu lantai ini.
Meskipun pada bentuk pertanyaannya subyek dianggap berbentuk tunggal (singular), tetapi apabila subyek dalam jawaban banyak lebih dari satu (plural), maka tetap digunakan have sesuai dengan subyek yang ada dalam kalimat jawabannya.

b. Kalimat Nominal
1.             Pola kalimat Nominal positif yang digunakan adalah :
                                Untuk subyek I, You, They, We.

Subyek + Have + Been + Non Verb

Untuk Subyek He, She, It
Subyek + Has + Been + Non Verb

Catatan :
Non verb (bukan Kata kerja) dapat berupa kata benda, kata sifat atau kata keterangan.
Contoh :
·               We have been in Surabaya for eight years.
= Kami telah berada di Surabaya selama delapan tahun.
·               She has been here since yesterday
= Dia sudah ada disini sejak kemarin.

2.            Pola kalimat nominal negatif yang digunakan adalah :
                Untuk subyek I, You, They, We.
Subyek + Have + not + been + Non Verb



                Untuk subyek He, She, It.
Subyek + Has + not + been+ Non Verb


                                   Contoh :
·           We have not been in Surabaya for eight years?
= Apakah kami telah berada di Surabaya selama delapan tahun?
·           She has not been here sinceyesterday?
= Dia belum ada disini sejak kemarin.

3.               Pola kalimat nominal tanya yang digunakan adalah :
                   Untuk subyek I, You, They, We.
Have + Subyek + Been + Non Verb ?


                                   Untuk subyek He, She, It.
Has + Subyek + Been + Non Verb ? 
                                  
Contoh :
·                 Have we been in Surabaya for eight years?
             = Apakah kami telah berada disurabaya selama delapan tahun?
·                Has She been here since yesterday?
= Apakah dia sudah ada disini sejak kemarin?

Apakah dalam kalimat nominal tanya digunakan kata tanya (question word) maka pola kalimat yang digunakan adalah :
1.         Apabila kata tanya yang digunakan tidak menanyakan subyek, maka pola kalimat tanyanya :
             Untuk subyek I, You, They, We.

Question word + have + subyek + been + Non Verb ?
                                  
                                   Untuk subyek He, She, It.
Question Word + has + subyek + been + Non Verb ?
                                                                                                   
                                   Contoh :
·                How has he been?
= Bagaimana keadaan dia?
·                Where have they been?
= Dimanakah dia berada?

2.         Apabila kata tanya yang digunakan menanyakan subyek kalimatnya, maka pola kalimat yang digunakan :
Question Word + has + been + Non Verb ?


                                   Catatan :
             Kata kerja bantu has digunakan dengan anggapan bahwa subyek yang ditanyakan berbentuk tunggal.
Contoh :
·         Who has been in your house since yesterday?
= Siapa yang telah berada dirumahmu sejak kemarin?

Pada umumnya kalimat dengan bentuk waktu present perfect tense digunakan untuk :
a.      Menyatakan suatu kegiatan, tindakan yang baru saja terjadi sehingga hasilnya atau akibat dari tindakan tersebut masih dapat dilihat hingga saat dibicarakan.
Contoh :
·         She has written a letter.
= Dia telah menulis sepucuk surat.
·         I have opened the door.
= Saya telah membuka pintu itu.

b.      Menyatakan suatu perbuatan atau peristiwa yang telah selesai pada saat yang tidak tertentu di waktu lampau, tetapi waktu terjadi peristiwa tersebut tidak dipentingkan. Yang paling penting adalah hasil dari perbuatannya sekarang.
          Contoh :
·         She has locked the door, and now we can’t open it.
= Dia telah menutup pintu itu, dan sekarang kita tidak dapat membuka pintu itu

c.      Menyatakan suatu perbuatan atau peristiwa yang telah terjadi, tetapi waktu terjadinya peristiwa atau perbuatan tersebut belum habis.
          Contoh :
·         I have written two letters this week.
= Saya telah menulis dua pucuk surat minggu ini.

Pada saat bicara waktunya atau harinya masih termasuk dalam minggu yang telah dimaksudkan, jadi belum selesai.
d.      Menyatakan suatu perbuatan ulangan pada waktu yang tidak tertentu sebelum sekarang. Pada umumnya bentuk kalimat ini sering diikuti oleh before, already, ever, never, yet.
           Contoh :
·         I have heard this before.
= Saya telah mendengar ini sebelumnya.
·           I have never been here.
= Saya belum pernah kesini.
e.      Menyatakan suatu kegiatan, tindakan atau peristiwa yang sudah terjadi di waktu lampau dan masih terjadi pada saat sekarang dan akan datang.
          Contoh :
·         I have been here since yesterday
= Saya telah berada disini sejak kemarin.
f.       Menunjukkan perbuatan yang selesai dalam waktu singkat. Pada umumnya sering digunakan kata-kata at last, finally, just.
          Contoh :
·         I have just meet him.
= Saya baru saja bertemu dia.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Manajemen Produk

Manajemen Produk
Manajemen produk merupakan satu model manajemen yang menganggap satu produk sebagai satu “anak perusahaan” dalam satu corporate besar yang didukung oleh tim produk dengan keahlian beragam yang dipimpin oleh seorang manajer produk dengan standart prosedur operasional yang jelas.
Pada dasarnya Struktur organisasi yang berafiliasi pada model manajemen produk menggunakan basis matriks, sehingga ada beberapa bagian dan divisi yang saling memberi komando dan bahkan mungkin level manajemen yang sama dapat saling memberi perintah. Yang menentukan otoritas adalah kewenangan fungsional terhadap satu produk. Manajemen Produk terdiri atas :
1.       Pengelompokan Produk
          Pengelompokan produk berdasarkan kegunaannya, misalnya produk minuman ringan bersoda seperti Coca-Cola dan diet Coke yang telah beredar hampir diseluruh penjuru dunia.
2.       Merk
          Sebagai salah satu merk minuman ringan yang terkenal didunia, dibuat di Atlanta, Georgia, oleh Dr John S. Pemberton, Coca-Cola pertama kali ditawarkan sebagai minuman air mancur dengan mencampur sirup Coca-Cola dengan air berkarbonasi. Coca-Cola diperkenalkan pada tahun 1886, dan dipatenkan pada tahun 1887. Produk merk Coca-Cola terdaftar sebagai merek dagang pada tahun 1893 dan 1895 itu yang dijual di setiap negara bagian dan wilayah di Amerika Serikat. Kemudian, pada tahun 1899, The Coca-Cola Company memproduksi produk Coca-Cola, dan pada tahun yang sama, The Coca-Cola juga telah memulai/melakukan waralaba pembotolan operasi di Amerika Serikat.
          Sedangkan Diet Coke lahir tahun 1982 dan dengan cepat menjadi minuman diet yang bebas gula Nomor 1 di Amerika. Minuman Diet Coke  Dikenal sebagai minuman cahaya Coca-Cola di beberapa negara. Saat ini, Diet Coke menjadi minuman ringan Nomor 3 di dunia. Diet Coke merupakan suatu minuman  yang paling banyak dicari oleh orang-orang yang ingin meminum minuman bersoda yang tidak mengandung kalori, dan memiliki banyak rasa.
3.       Sumber Identifikasi Merk Produk
          Produk Coca-Cola merupakan produk umum/general, karena dipasarkan oleh pabrikan dengan cara mengintegrasikan bauran pemasaran, mencantumkan nama perusahaan. Selain itu juga  perusahaan ini akan mengumumkan rencana global untuk memasukkan informasi energi (kalori, kilokalori, kilojoule) per porsi yang dimana informasi tersebut akan ditempatkan di depan semua produk mereka. Hal itu merupakan sebuah langkah untuk meningkatkan kesadaran konsumen tentang kandungan kalori yang terdapat dan terkandung didalam minuman tersebut. Daftar pemasaran pruduk Coca-Cola : Afghanistan, Albania, Algeria, American Samoa, Angola, Antigua & Barbuda, Argentina, Armenia, Aruba, Australia, Austria, Azerbaijan, Bahamas, Bahrain, Bangladesh, Barbados, Belarus, Belgium, Belize, Benin, Bermuda, Bolivia, Bosnia & Herzegovina, Botswana, Brazil, British Virgin Islands, Bulgaria, Burkina Faso, Burundi, Cambodia, Cameroon, Canada, Cape Verde, Cayman Islands, Central African Republic, Chad, Chile, China, Colombia, Comoros, Costa Rica, Croatia, Curacao, Cyprus, Czech Republic, Democratic Republic of Congo, Denmark, Djibouti, Dominica, Dominican Republic, Ecuador, Egypt, El Salvador, Equatorial Guinea, Eritrea, Estonia, Ethiopia, Fiji, Finland, France, French Guiana, French Polynesia, Gabon, Georgia, Germany, Ghana, Great Britain, Greece, Grenada, Guadeloupe, Guam, Guatemala, Guinea, Guinea-Bissau, Guyana, Haiti, Honduras, Hong Kong, Hungary, Iceland, India, Indonesia, Israel, Italy, Ivory Coast, Jamaica, Japan, Jordan, Kazakhstan, Kenya, Kuwait, Kyrgyzstan, Latvia, Lebanon, Lesotho, Liberia, Lithuania, Luxembourg, Macau (Macao), Macedonia, Madagascar, Malawi, Malaysia, Maldives, Mali, Malta, Mariana Islands, Martinique, Mauritania, Mauritius, Mayotte, Mexico, Moldova, Mongolia, Montserrat, Morocco, Mozambique, Namibia, Nauru, Nepal, Netherlands, New Caledonia, New Zealand, Nicaragua, Niger, Nigeria, Northern Ireland, Norway, Oman, Pakistan, Panama, Papua New Guinea, Paraguay, Peru, Philippines, Poland, Portugal, Puerto Rico, Qatar, Republic of Congo, Republic of Ireland, Republic of Korea, Reunion, Romania, Russia, Rwanda, Saint Helena, Saint Kitts and Nevis, Saint Lucia, Saint Maarteen, Saint Vincent & the Grenadines, Samoa, Sao Tome & Principe, Saudi Arabia, Senegal, Serbia & Montenegro, Seychelles, Sierra Leone, Singapore, Slovakia, Slovenia, Solomon Islands, South Africa, Spain, Sri Lanka, Suriname, Swaziland, Sweden, Switzerland, Taiwan, Tanzania, Thailand, The Gambia, Togo, Tonga, Trinidad & Tobago, Tunisia, Turkey, Turkmenistan, Turks & Caicos Islands, U.S. Virgin Islands, Uganda, Ukraine, United Arab Emirates, United States, Uruguay, Uzbekistan, Vanuatu, Venezuela, Vietnam, West Bank-Gaza, Yemen, Zambia and Zimbabwe.
          Diet Coke merupakan produk Umum karena dipasarkan oleh pabrikan dengan cara mengintegrasikan bauran pemasaran, mencantumkan nama perusahaan. Daerah-daerah pemasaran produk ini antara lain : fghanistan, American Samoa, Aruba, Australia, Bahamas, Bermuda, Botswana, British Virgin Islands, Canada, Cayman Islands, Egypt, Great Britain, Guam, India, Indonesia, Israel, Japan, Maldives, Malta, Nauru, New Zealand, Nigeria, Northern Ireland, Pakistan, Papua New Guinea, Puerto Rico, Republic of Ireland, Saint Kitts and Nevis, Saint Maarteen, Samoa, Serbia & Montenegro, Seychelles, Turks & Caicos Islands, U.S. Virgin Islands, United States, Vanuatu and West Bank-Gaza.


4.       Product Life Cycle (PLE)
Produk Coca-Cola, yang diproduksi oleh The Coca-Cola Company, adalah suatu produk yang telah berada pada tahap dewasa karena biaya produksi yang cukup rendah dengan volume penjualan pada titik yang optimal dan suatu saat akan mengalami penurunan harga seiring dengan meningkatnya jumlah pesaing serta akan perubahan inovasi produk yang baru, hingga dan guna mencapai titik puncak keuntungan.

Produk Diet Coke, merupakan produk yang sedang mengalami pertumbuhan dikarenakan biaya yang mengalami penurunan seiring naiknya volume produksi. Volume penjualan mengalami kenaikan signifikan perusahaan memperoleh keuntungan dan juga penyesuaian harga untuk memaksimalkan market share.

5.       Brands
Produk Coca-Cola termasuk dalam brand modification, karena The Coca-Cola Company, mereformulasikan terhadap penggunaan merk yang sudah ada untuk dapat memenuhi tuntutan perubahan segmentasi pasar yang ada. Selain itu juga, produk Coca-Cola termasuk dalam Brand equity , karena mengukur keseluruhan nilai dari merk terhadap pemilik merk, dan pemilik merk tersebut melindungi hak kepemilikan merk tersebut dengan mendaftarkannya sebagai merk dagang.
          Produk Diet Coke, merupakan brands reinforcement karena strategi ini diarahkan untuk memelihara posisi produk dalam persaingan dengan penguatan pada produk promosi.





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS